Happiness is a state of mind...
Kebahagiaan adalah suatu pernyataan dari pikiran...
Kebahagiaan tidak terlepas dari cara pandang seseorang dalam memaknai kebahagiaan sebelum memahami suatu keadaan.
Pandangan itu mengisbatkan bahwa hanya manusia yang berani mendefinisikan kaidah kebahagiaan bagi diri sendirilahyang bisa mengolah rasa bahagia.
Disarankan, orang-orang yang ingin menuju perasaan TIDAK BAHAGIA harus menghindari sikap-sikap positif yang berbasis kasih-sayang. Misalnya syukur, ikhlas, puas, realistis, aman, mafhum, humor, tertawa, percaya, damai dan pengertian.
Seseorang harus mengembangbiakkan sifat-sifat destruktif bagi dirinya sendiri untuk TIDAK BAHAGIA. Diantaranya dengki, tamak, pamrih, dendam, amarah, perfeksionis, pesimis, curiga dan serius.
Sebaliknya, jika ingin merasa BAHAGIA maka kita harus menempuh sikap-sikap positif yang berbasis pada cinta kasih dan menghindari perilaku-perilaku negatif yang merusak diri.
Manusia terkini pun tidak surut gairahnya dalam memulungi kebahagiaan, senantiasa mendayagunakan segenap akal budi,tenaga,bahkan jiwa untuk menggapainya. Sehingga pikiran dan perilakunya terlalu banyak disita oleh satu tujuan : Meniti rasa bahagia dan menghindari rasa tidak bahagia.
Laku manusia yang "menggilai" kebahagiaan itu justru adalah perjalanan menuju ketidakbahagiaan. Memberi gambaran sekaligus respon terhadap ikhtiar mati-matian mengejar kebahagiaan, tetapi sebenarnya berada di jalan yang sama untuk mencapai ketidakbahagiaan. Dimana kebahagiaan disandarkan pada perangkat-perangkat bendawi yang mampu menyediakan alasan bagi timbulnya rasa bagahia. Ketika alasan yang mengkondisikan rasa bahagia itu hilang, maka kebahagiaan itu juga luntur dengan sendirinya.
Hasrat kebahagiaan merupakan suatu belenggu tersendiri yang membuat manusia tidak merdeka. Hasrat itu tidak akan pernah mencapai klimaks. Melainkan sekadar rangkaian mini klimaksyang justru membuat hasrat terus berlipat.
taken from SUARA MERDEKA, 10042011